Di rak pemasok, geotekstil sering terlihat mirip. Sama-sama lembaran lebar, sama-sama digulung, dan sama-sama dipakai di pekerjaan tanah.
Padahal cara pembuatannya berbeda, dan perbedaan itu menentukan pekerjaan apa yang bisa ditangani. Memahami keunggulan kain geotekstil anyam dibandingkan jenis lain membuat pemilihan jadi lebih tepat, karena masing-masing jenis memang dibuat untuk tujuan yang berbeda.
Yang Membedakannya Sejak dari Pembuatan
Geotekstil anyam dibuat dengan menenun benang ke dua arah yang saling bersilangan, mirip cara kain biasa dibuat. Hasilnya lembaran dengan susunan teratur dan arah kekuatan yang jelas.
Geotekstil non anyam dibuat dari serat yang disebar acak lalu dikunci dengan jarum atau panas. Hasilnya lembaran seperti kempa yang tebal, berpori, dan lentur. Dari perbedaan susunan itulah seluruh perbedaan sifatnya berasal.
Keunggulan Dibanding Geotekstil Non Anyam
Kuat Sejak Regangan Masih Kecil
Inilah keunggulan utamanya, dan yang paling menentukan dalam pekerjaan perkuatan.
Benang yang teranyam lurus sudah menahan tarikan sejak lembaran baru mulai meregang sedikit. Serat yang tersusun acak harus meregang dan meluruskan diri dulu sebelum kekuatannya benar-benar bekerja.
Dalam pekerjaan perkuatan tanah, hal ini penting karena tanah tidak boleh menunggu bergerak jauh dulu sebelum perkuatannya bekerja. Perkuatan yang baru kuat setelah meregang banyak berarti jalan atau timbunan sudah terlanjur turun.
Bentuknya Lebih Stabil
Lembaran anyam tidak banyak berubah bentuk saat ditarik. Dia tidak menyempit di bagian tengah seperti yang terjadi pada bahan berperpanjangan tinggi.
Sifat ini menguntungkan saat lembaran dipasang di bawah timbunan yang tinggi, karena bentuk dan posisinya tetap seperti saat dipasang.
Lebih Hemat untuk Kekuatan yang Sama
Untuk mencapai kuat tarik tertentu, geotekstil anyam umumnya membutuhkan bahan lebih sedikit dibanding non anyam. Konsekuensinya, pada kebutuhan kekuatan yang sama, pilihan anyam biasanya lebih hemat. Ini salah satu alasan jenis anyam banyak dipakai pada pekerjaan berskala luas seperti lantai kerja di atas tanah lunak dan jalan akses sementara.
Keunggulan Dibanding Geogrid
Kalau bicara keunggulan kain geotekstil anyam dibandingkan jenis lain, perbandingan dengan geogrid punya satu titik yang khas. Keduanya sama-sama dipakai untuk memperkuat, tapi ada satu hal yang hanya bisa dilakukan geotekstil anyam.
Geogrid berlubang besar, dan lubang itu memang diperlukan agar agregat bisa terkunci di dalamnya. Tapi lubang yang sama membiarkan tanah dasar yang lunak naik bercampur ke lapisan agregat di atasnya.
Geotekstil anyam berupa lembaran rapat tanpa lubang besar, sehingga sekaligus memisahkan dua lapisan yang tidak boleh bercampur. Satu lembar mengerjakan dua tugas, yaitu memperkuat dan memisahkan.
Karena itu di atas tanah dasar lunak berbutir halus, geogrid justru sering dipasangkan dengan geotekstil, bukan dipakai sendirian.
Di Mana Jenis Anyam Paling Cocok
Pekerjaan yang menuntut kekuatan tarik tinggi dengan perpanjangan rendah, sekaligus pemisahan antar lapisan. Misalnya lantai kerja di atas tanah lunak, jalan akses dan jalan hauling, alas timbunan di atas tanah lembek, serta perkuatan di bawah perkerasan.
Ciri umumnya sama, yaitu ada beban berat di atas dan ada tanah lemah di bawah yang tidak boleh bercampur dengan material di atasnya.
Di Mana Jenis Lain Justru Lebih Tepat
Supaya berimbang, ada pekerjaan yang jelas bukan wilayah geotekstil anyam.
Penyaringan dan pengaliran air. Jenis non anyam jauh lebih baik meloloskan air sekaligus menahan butiran halus. Untuk pekerjaan drainase, pembungkus pipa berlubang, dan pengendalian erosi, jenis non anyamlah yang dipakai.
Permukaan yang tidak rata atau berbatu. Jenis non anyam yang lebih tebal dan lentur berfungsi sekaligus sebagai bantalan, misalnya di bawah lapisan kedap air.
Penguncian agregat. Kalau yang dibutuhkan adalah mengunci susunan batu agar tidak bergeser, geogrid lebih tepat karena agregat bisa masuk ke dalam lubangnya.
Jadi pertanyaannya bukan mana yang paling bagus, melainkan pekerjaan apa yang sedang ditangani.
Pilih Berdasarkan Tugasnya, Bukan Kebiasaan
Keunggulan kain geotekstil anyam dibandingkan jenis lain bermuara pada dua hal. Kekuatan tariknya sudah bekerja sejak regangan masih kecil, dan lembarannya rapat sehingga sekaligus memisahkan dua lapisan.
Dua sifat itu membuatnya tepat untuk perkuatan di bawah beban berat yang berdiri di atas tanah lemah. Tapi dua sifat itu pula yang membuatnya kurang cocok untuk pekerjaan pengaliran air, karena lembaran yang rapat memang tidak dirancang untuk itu.
Cara paling sederhana memilih adalah bertanya lebih dulu, lembaran ini nanti bertugas menahan tarikan, mengalirkan air, atau mengunci batu. Jawaban atas pertanyaan itu sudah menyingkirkan sebagian besar pilihan yang keliru.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id