Geogrid termasuk bahan yang pemasangannya terlihat mudah. Tinggal digelar, lalu ditimbun batu di atasnya. Justru karena terlihat mudah itulah pemasangannya sering dikerjakan sambil lalu. Padahal perkuatan ini hanya bekerja kalau terhampar rata dan agregatnya terkunci dengan benar, dan dua syarat itu ditentukan sepenuhnya oleh cara pemasangannya. Berikut cara pemasangan geogrid untuk jalan dari tahap pertama sampai lapisan agregat siap dipadatkan.

Tahap Persiapan

Siapkan Tanah Dasar

Bersihkan lokasi dari tunggul, akar, batu besar, dan sisa bongkaran. Benda keras yang tertinggal akan menonjol dan membuat geogrid tidak duduk rata.

Ratakan permukaannya, lalu padatkan sesuai spesifikasi. Permukaan yang bergelombang membuat geogrid menggantung di beberapa titik, dan bagian yang menggantung tidak bisa mengunci agregat. Kalau ada bagian yang sangat lunak dan masih bergoyang saat diinjak, bagian itu perlu ditangani lebih dulu. Menutupinya dengan geogrid tidak menyelesaikan apa pun.

Tentukan Perlu Tidaknya Lapisan Pemisah

Pada tanah dasar berbutir halus dan basah, pasang geotekstil sebagai pemisah lebih dulu, baru geogrid di atasnya. Tanpa pemisah, tanah lunak bisa naik bercampur ke lapisan agregat lewat lubang geogrid. Pada tanah dasar yang sudah cukup padat dan berbutir kasar, lapisan pemisah ini umumnya tidak diperlukan.

Tahap Penggelaran

Gelar Sesuai Arah yang Ditentukan

Sebagian geogrid punya kekuatan berbeda antara arah gulungan dan arah melintangnya. Arah penggelaran karena itu mengikuti gambar kerja, bukan mengikuti arah mana yang paling praktis. Periksa juga apakah produknya punya sisi atas dan sisi bawah. Sebagian jenis memang punya, dan terbalik memasang berarti kehilangan sebagian kemampuannya.

Tarik Rata Sampai Tidak Berkerut

Kerutan adalah musuh utama pada pemasangan geogrid. Bagian yang berkerut tidak menempel ke tanah dasar, sehingga agregat di atasnya tidak terkunci dan justru punya ruang untuk bergeser. Tarik lembaran sampai terhampar rata, lalu tahan dengan pasak, patok, atau timbunan tanah di tepinya supaya tidak bergeser saat pekerjaan berlanjut.

Atur Tumpang Tindih di Sambungan

Antar lembar harus saling menindih, dan lebar tindihannya mengikuti kekuatan tanah dasar. Semakin lunak tanah dasarnya, semakin lebar tindihan yang dibutuhkan, karena lembaran lebih mungkin bergeser saat ditimbun.

Angka pastinya mengikuti spesifikasi proyek. Yang perlu dihindari adalah tindihan yang dikurangi diam-diam demi menghemat bahan, karena sambungan yang terbuka akan jadi titik lemah sepanjang umur jalan. Pada tikungan, pola penggelaran perlu disesuaikan agar tidak terbentuk lipatan menumpuk di sisi dalam tikungan.

Tahap Penghamparan Agregat

Jangan Melintas di Atas Geogrid

Dari seluruh cara pemasangan geogrid untuk jalan, inilah aturan yang paling sering dilanggar dan paling besar akibatnya.

Alat berat maupun truk tidak boleh melintas langsung di atas geogrid yang belum tertimbun. Roda dan rantai akan menggeser, merobek, atau membuat lembaran terlipat.

Caranya, tumpahkan agregat dari tepi, lalu dorong maju ke arah depan dengan alat yang berjalan di atas agregat yang sudah terhampar. Jadi alat selalu berada di atas material, tidak pernah menyentuh geogrid.

Penuhi Tebal Lapisan Pertama

Lapisan pertama harus cukup tebal sebelum boleh dilalui alat, umumnya sekitar dua puluh sentimeter atau sesuai ketentuan proyek.

Lapisan yang terlalu tipis membuat beban roda masih terasa sampai ke geogrid, dan itu bisa merusaknya sebelum jalan sempat berfungsi.

Padatkan Lapis demi Lapis

Setelah lapisan pertama terhampar, pemadatan dikerjakan bertahap sesuai tebal lapis yang ditentukan. Pemadatan yang baik inilah yang mendorong butiran agregat masuk ke dalam lubang geogrid sehingga penguncian benar-benar terbentuk. Timbunan tebal yang dipadatkan sekaligus tidak memberi hasil yang sama, karena bagian bawahnya tidak terpadatkan sempurna.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

Kalau diurutkan dari yang paling sering ditemui, daftarnya seperti ini.

Melintas langsung di atas geogrid sebelum tertimbun. Tanah dasar yang tidak diratakan sehingga lembaran menggantung. Kerutan yang dibiarkan karena dianggap akan rata sendiri saat ditimbun. Tumpang tindih yang kurang lebar. Lapisan pertama yang terlalu tipis. Dan tidak memasang lapisan pemisah padahal tanah dasarnya lunak dan berbutir halus.

Hampir semuanya terjadi karena alasan yang sama, yaitu mengejar waktu. Padahal enam hal itu dikerjakan dalam hitungan jam, sedangkan akibatnya ditanggung bertahun-tahun.

Hasilnya Ditentukan di Hari Pemasangan

Cara pemasangan geogrid untuk jalan sebenarnya hanya bertumpu pada empat hal. Tanah dasar yang rata dan padat, lembaran yang terhampar tanpa kerutan, tumpang tindih sesuai ketentuan, dan agregat yang dihampar dengan alat yang tidak pernah menginjak geogrid.

Keempatnya tidak menambah biaya material sepeser pun. Yang dibutuhkan hanya urutan kerja yang benar dan pengawasan di hari pemasangan. Dan karena geogrid tertimbun sepenuhnya setelah pekerjaan selesai, kesalahan di tahap ini tidak bisa diperiksa ulang di kemudian hari. Satu-satunya tanda yang muncul adalah alur roda yang datang lebih cepat dari seharusnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geogrid merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id