Jalan hauling, yaitu jalan angkut di dalam area tambang yang menghubungkan lubang tambang dengan tempat penumpukan atau pelabuhan, menanggung beban yang tidak ada bandingannya di jalan umum. Truk pengangkut yang lewat berbobot berkali-kali lipat kendaraan jalan raya, lewat bergantian sepanjang hari, dan sering di atas tanah dasar yang basah.
Di kondisi seperti itu, menambah tebal lapisan batu adalah jawaban yang paling sering dipilih. Masalahnya, batu di banyak lokasi tambang harus didatangkan dari jauh, dan biaya angkutnya yang justru membengkak. Dari situlah geogrid untuk jalan tambang batu bara mulai masuk hitungan, bukan sebagai pengganti lapisan batu melainkan sebagai cara menguranginya.
Cara Geogrid Bekerja di Bawah Lapisan Batu
Mengunci Agregat Supaya Tidak Bergeser
Geogrid berbentuk lembaran berlubang-lubang dengan rusuk yang saling bersilangan. Saat dihampar lalu ditimbun batu, sebagian butiran batu masuk ke dalam lubang dan terkunci di sana.
Agregat yang terkunci tidak bisa bergeser ke samping saat ban truk menekan di atasnya. Padahal pergeseran ke sampinglah penyebab utama terbentuknya alur roda pada jalan tanpa perkerasan. Jadi geogrid tidak membuat batu jadi lebih keras. Dia membuat susunan batu tetap pada tempatnya.
Menyebarkan Beban ke Area yang Lebih Luas
Karena lapisan batunya bekerja sebagai satu kesatuan yang lebih kaku, beban roda tersebar ke bidang yang lebih lebar sebelum sampai ke tanah dasar.
Tanah dasar yang lunak menerima tekanan lebih kecil per satuan luas, sehingga penurunannya berkurang. Inilah yang memungkinkan lapisan batu dibuat lebih tipis tanpa kehilangan daya dukung.
Kondisi di Tambang yang Membuatnya Masuk Akal
Tanah dasar yang lunak dan jenuh air. Banyak area tambang berada di atas tanah lempung atau tanah timbunan yang belum padat. Semakin lemah tanah dasarnya, semakin besar manfaat yang diberikan geogrid.
Curah hujan tinggi. Di wilayah tambang batu bara Kalimantan dan Sumatera, hujan membuat tanah dasar jenuh hampir sepanjang tahun. Tanah jenuh kehilangan sebagian besar daya dukungnya, dan jalan yang tadinya kuat bisa berubah dalam hitungan hari.
Batu yang mahal didatangkan. Di lokasi yang jauh dari sumber material, selisih tebal beberapa puluh sentimeter pada jalan sepanjang beberapa kilometer berarti ribuan rit angkutan. Di sinilah penghematannya terasa nyata.
Mutu material setempat yang pas-pasan. Geogrid membuat material yang gradasinya kurang ideal masih bisa dimanfaatkan, karena yang mengunci susunannya bukan hanya saling kaitan antar batu.
Yang Sering Keliru Dipahami
Geogrid Bukan Pemisah
Ini kesalahan paling sering terjadi saat memakai geogrid untuk jalan tambang batu bara, dan akibatnya mahal.
Lubang pada geogrid memang besar, dan memang harus besar supaya batu bisa masuk dan terkunci. Tapi lubang yang sama juga membiarkan tanah dasar yang lunak naik bercampur ke dalam lapisan batu saat ditekan beban berulang.
Begitu bercampur, lapisan batu kehilangan fungsinya dan jalan kembali bermasalah meski geogrid sudah terpasang.
Karena itu di atas tanah dasar yang lunak dan berbutir halus, geogrid perlu dipasangkan dengan lapisan pemisah berupa geotekstil. Geogrid yang mengunci, geotekstil yang memisahkan. Keduanya mengerjakan tugas berbeda dan tidak saling menggantikan.
Ukuran Lubang Harus Cocok dengan Batunya
Penguncian hanya terjadi kalau ukuran lubang sepadan dengan ukuran butiran batu. Lubang yang terlalu kecil membuat batu tidak bisa masuk, sedangkan lubang yang terlalu besar tidak mengunci apa pun. Jadi geogrid dan agregat perlu dipilih bersamaan, bukan sendiri-sendiri.
Jangan Dipasang Terlalu Dangkal
Jalan tambang rutin diratakan dengan motor grader untuk menghilangkan alur dan lubang. Kalau geogrid dipasang terlalu dekat ke permukaan, mata pisau grader bisa menyangkut dan merobeknya. Posisi kedalamannya perlu memperhitungkan rencana perawatan jalan, bukan hanya perhitungan beban.
Jenis yang Umum Dipakai
Untuk jalan dan lantai kerja, yang dipakai umumnya jenis dengan kekuatan ke dua arah atau lebih, karena beban roda datang dari berbagai arah. Jenis yang kuat hanya ke satu arah lebih cocok untuk dinding penahan dan perkuatan lereng.
Satu hal yang perlu diperiksa saat pengadaan adalah kekuatan titik sambungan antar rusuk, bukan hanya kekuatan rusuknya. Titik sambungan inilah yang menahan agregat agar tetap terkunci, dan di situ pula kegagalan biasanya dimulai. Untuk angka kekuatan dan spesifikasi detailnya, acuannya tetap dokumen teknis proyek, karena beban rencana tiap tambang berbeda-beda.
Mengurangi Batu, Bukan Mengganti Perencanaan
Pemakaian geogrid untuk jalan tambang batu bara paling tepat dipahami sebagai cara menukar sebagian tebal lapisan batu dengan satu lembar perkuatan yang jauh lebih ringan dibawa ke lokasi.
Tapi penukaran itu hanya berlaku kalau tiga hal dipenuhi. Ukuran lubang geogrid sepadan dengan agregat yang dipakai, ada lapisan pemisah di atas tanah dasar yang lunak dan berbutir halus, serta kedalaman pemasangannya aman dari mata pisau grader. Kalau salah satunya dilewatkan, jalan tetap akan beralur dan biaya yang dihemat di awal akan habis untuk perbaikan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geogrid merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id