Fungsi geotextile tidak bisa lepas dari pembangunan dan proyek-proyek berbasis geoteknik. Salah satu diantaranya adalah Pembangunan Kawasan Industri Hijau Futong (KIH Futong) di Provinsi Riau.

Ada beberapa tantangan dalam pembangunan kawasan ini, misalnya seperti kondisi struktur tanah. Misalnya sebagian besar wilayah Riau memiliki lahan dengan karakteristik tanah gambut atau tanah lunak, tanah organik, dan daya dukung rendah.

Maka lebih cocok menggunakan geotextile woven. Tapi ada kalanya juga membutuhkan geotextile non woven sebagai pendukungnya di beberapa tanah yang kondisinya biasa.

Untuk itu artikel Urban Plastic ini akan membahas fungsi geotextile, baik geotextile woven atau non woven di Pembangunan KIH Futong.

Kondisi Kawasan Industri Hijau Futong, Riau yang Membutuhkan Fungsi Geotextile

Kawasan Industri Hijau (KIH) Futong Provinsi Riau kemungkinan besar dibangun di atas tanah lunak, seperti tanah gambut atau lempung sedimen. Tanah ini adalah karakteristik umum wilayah Riau.

Tanah jenis ini menyebabkan kandungan air tinggi dan strukturnya yang mudah rapuh, retak, dan penurunan (settlement) atau deformasi ketika mendapat beban konstruksi berat seperti jalan di kawasan industri dan konstruksi lainnya.

Untuk itu agar bisa mewujudkan konsep kawasan industri hijau yang lebih tahan lama membutuhkan stabilisasi tanah menggunakan geotextile woven atau gabungan dengan non woven.

Fungsi Geotextile untuk Pembangunan Kawasan Industri Hijau (KIH) Futong

Geotextile adalah bahan geosintetik yang terbuat dari polypropylene (PP) atau polyester (PET).

Untuk kebutuhan konstruksi dan teknik sipil, geotextile sering digunakan untuk separasi, filtrasi, drainase, stabilisasi, dan perkuatan tanah.

Geotextile umumnya terdiri dari dua jenis yaitu geotextile woven dan non woven.

Masing-masing jenis geotextile tersebut memiliki fungsi dan kelebihannya masing-masing mengatasi berbagai macam kondisi tanah.

Beberapa fungsi geotextile:

  • Separator (Pemisah)

Mencegah percampuran antara tanah lunak (subgrade) dan material timbunan (agregat, pasir, batu) agar struktur atas tetap stabil.

  • Filtrasi (Penyaringan)

Fungsi filtrasi membuat air bisa melewati geotextile tanpa membawa partikel tanah, sehingga mencegah genangan air dan tekanan yang bisa melemahkan tanah dasar.

  • Reinforcement (Penguatan) dan Stabilisasi Tanah

Geotextile menambah daya dukung tanah, mendistribusikan beban secara merata, sehingga mencegah penurunan kekuatan di area dengan beban berat seperti jalan kawasan industri atau fondasi infrastruktur.

Selain dari ketiga fungsi tersebut, ada fungsi lainnya yaitu agar memiliki usia pemakaian panjang.

Juga tidak mudah bereaksi dengan zat kimia, sehingga bisa memperpanjang umur struktur dibandingkan metode stabilisasi biasa.

Geotextile Woven merk Urban Plastic[2]

Fungsi Geotextile Sesuai Kondisi Tanah Kawasan Industri Hijau Futong dan Panduan Memilihnya

Tidak semua geotextile cocok digunakan pada satu proyek tertentu, tapi ada juga yang bisa menggunakan salah satu atau gabungan keduanya.

Penyesuaian ini bergantung pada kecocokan dengan berbagai kondisi tanah.

Misalnya:

  • Geotextile Non Woven

Jenis geotextile ini pembuatannya dengan cara needle punched (diikat menggunakan jarum tusuk).

Fungsinya sebagai filtrasi, separasi, dan drainase. Jenis geotextile non woven cocok  untuk tanah gambut dengan kadar air tinggi seperti di Riau.

Pemasangan non woven adalah pada lapisan dasar sebelum timbunan agregat (pasir) seperti area dengan risiko genangan, air tanah tinggi, atau tanah rawa.

Aliran atau genangan air juga bisa mengalir ke sistem drainase yang dapat mencegah tekanan, mempercepat proses pemadatan, dan mengurangi risiko amblas.

  • Geotextile Woven

Jenis geotextile woven dibuat dengan cara anyaman dari polypropylene atau polyester. Kekuatan tarikan jauh lebih tinggi dari jenis non woven.

Berfungsi dalam hal penguatan, stabilisasi tanah, dan separasi. Sangat cocok untuk area pembangunan dengan beban berat seperti jalan raya, pondasi bangunan infrastruktur.

Atau Anda bisa menggabungkan keduanya untuk kebutuhan yang lebih maksimal, kita bahas dibawah.

Menggabungkan Geotextile Woven dan Non Woven (Double Layer)

Untuk kawasan seperti KIH Futong yang berada di tanah gambut atau tanah lunak pasti mendapat tekanan beban berat (infrastruktur seperti jalan kawasan industri, infrastruktur pendukung lainnya).

Maka bisa menggunakan perpaduan geotextile woven dan non woven dengan pembagian fungsi:

  • Lapisan bawah menggunakan jenis non woven untuk drainase dan separasi.
  • Lapisan atas menggunakan jenis woven untuk perkuatan dan stabilisasi struktur.

Demikian penjelasan tentang fungsi geotextile pada Pembangunan Kawasan Industri Hijau Futong dan panduan cara memilihnya sesuai kondisi tanah di kawasan tersebut.

Secara umum geotextile woven yang lebih cocok dengan kondisi tanah di Pembangunan Kawasan Industri Hijau (KIH) Futong.

Jika Anda membutuhkan penggunaan geotextile woven atau non woven untuk kebutuhan filtrasi, separasi, dan penguatan struktur dasar tanah, Urban Plastic menyediakannya dengan berbagai spesifikasi. Jadi tunggu apa lagi? Segera hubungi melalui tautan berikut.

Geotextile Woven Urban Plastic

Frequently Asked Question (FAQ)

1. Apakah Geotextile Bisa Meningkatkan Daya Dukung Tanah Lunak?

Ya benar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan geotextile sebagai reinforcement pada tanah gambut bisa meningkatkan daya dukung pondasi hingga 2–3 kali dibanding tanpa geotextile.

2. Apa Fungsi Geotextile Woven untuk Tanah Lunak?

Jika struktur tanah kondisinya tanah lunak dan membutuhkan daya dukung besar (jalan, bangunan, tempat penampungan air dan limbah, gudang, dan lainnya), memerlukan geotextile woven agar beban dapat didistribusikan dengan baik dan mencegah deformasi tanah.

3. Apakah Pemasangan Geotextile Aman untuk Lingkungan di Area Tanah Lunak atau Gambut?

Ya, aman. Karena penggunaan geotextile tidak mengganggu sifat kimia tanah, selama bahannya berasal dari sintetis seperti PP atau PET.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id