Jika ada pertanyaan, pada ketinggian berapa Anda membutuhkan geogrid? Jawabannya, Geogrid umumnya akan dibutuhkan jika sudah mencapai ketinggian timbunan sesuai penggunaannya. Untuk pemakaiannya, paling umum pada konstruksi lereng atau dinding penahan tanah yang memiliki kemiringan ekstrem. Tentunya dengan ketinggian yang sudah ditentukan oleh analisis geoteknik, berkaitan dengan daya dukung tanah, sudut lereng, dan beban. Bukan hanya sekadar angka absolut.

Pada Ketinggian Berapa Anda Membutuhkan Geogrid? 

Geogrid, menjadi salah satu media alternatif untuk dinding penahan tanah dan lereng. Jika ada pertanyaan mengenai, pada ketinggian berapa Anda membutuhkan geogrid? Tentu saja ada pada ketinggian timbunan 1-1,5 meter. Khususnya pada timbunan tanah maupun lereng curam melebihi batas kritis tinggi tanpa adanya media memperkuat, sehingga berpotensi berisiko longsor. 

Untuk pemasangan geogrid, umumnya dilakukan secara horizontal, tepatnya di antara lapisan tanah dengan tujuan mengikat sekaligus menahan gaya tarik atau tegangan gesernya. Berikut merupakan penjelasan mengenai acuan pemasangan berdasarkan kebutuhan, seperti.

1. Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)

Jika membangun dinding penahan tanah, geogrid memiliki peran penting menahan tekanan lateral tanah urugan di bagian belakang dinding supaya tidak mudah roboh. Untuk panjang bentang ke dalam tanah, umumnya mencapai 0,7-1 kali tinggi dinding.

2. Proyek Jalan dan Tanggul di Atas Tanah Lunak

Geogrid diperlukan untuk mencegah penurunan setempat (settlement), maupun keruntuhan kapasitas dukung peninggian tanah area berlumpur atau gambut. Walaupun dari segi ketinggian relatif rendah, namun tetap mengutamakan penumpang tepat.

3. Kondisi Khusus

Lereng setinggi apa pun dan menggunakan beban dinamis, baik untuk jalan tol, rel kereta api, maupun dekat sungai. Wajib menggunakan geogrid untuk meredam getaran, sekaligus mencegah erosi jangka panjang. Bukan sekedar penopang, produk kontruksi ini menjadi material utama di setiap pembangunan. 

Jenis dan Fungsi 

Jangan hanya asal memasang, pastikan jika konstruktor benar-benar paham jenis dan penempatan geogrid. Usahakan jika jenis produk yang digunakan sesuai dengan kebutuhan, baik desain maupun beban yang akan ditanggung. Untuk tipe, ada dua macam yaitu:

  • Geogrid Uniaxial: Terkenal mempunyai kekuatan tarik tinggi pada satu arah. Pemakaiannya, paling sering untuk perkuatan dinding penahan tanah, lereng curam, sampai tanggul.
  • Geogrid Biaxial: Mempunyai kekuatan tarik sama besar, namun dengan dua arah yaitu memanjang dan melintang. Penggunaannya rata-rata untuk stabilisasi tanah dasar (subgrade) lunak pada jalan, rel kereta api, maupun area parkir.

Kelebihan Penggunaan Geogrid

Penggunaan geogrid unggul dalam banyak proyek konstruksi geoteknik. Memiliki kekuatan tarik tinggi, mampu mengunci agregat tanah maksimal, tentunya memiliki ketahanan terhadap degradasi lingkungan. Material konstruksi ini secara signifikan membantu meningkatkan daya dukung tanah, memperpanjang umur struktur, sekaligus menekan biaya konstruksi. Adapun kelebihan pemakaiannya, seperti:

  1. Kekuatan Tarik Tinggi: Mampu menahan beban berat, mencegah keretakan, sekaligus mendistribusikan beban lebih merata ke area yang luas.
  2. Penguncian Agregat Optimal: Memiliki struktur jaring yang mampu mengunci material granular, menciptakan efek sepatu salju untuk memperkuat fondasi tanah, serta mengurangi penurunan struktur.
  3. Efisiensi Biaya & Material: Pemasangan geogrid memungkinkan pengurangan ketebalan lapisan pondasi tanpa mengurangi kekuatan konstruksi. Otomatis lebih menghemat biaya material maupun waktu pengerjaan.
  4. Tahan Lingkungan: Material polimernya terkenal sangat kuat dan tahan kerusakan yang disebabkan zat kimia tanah, maupun mikroorganisme.
  5. Memadu Padan Pemakaian Material Setempat: Mampu memanfaatkan tanah lokal untuk timbunan, otomatis lebih mengurangi kebutuhan yang harus mendatangkan material dari luar lokasi konstruksi.
  6. Pemasangan Mudah & Cepat: Bobot relatif ringan, menjadikan proses instalasi lapangan lebih cepat dan tentunya tidak memerlukan alat berat khusus.
  7. Fleksibilitas Tinggi: Sangat cocok untuk berbagai jenis kebutuhan rekayasa, seperti perkuatan lereng atau dinding penahan tanah, timbunan jalan raya, sampai landasan pacu bandara.

Untuk metode pemasangan geogrid bisa dilakukan lewat beberapa tahapan. Diawali dari persiapan lahan, penyiapan material, sampai pemasangan dan pemadatan. Bagi orang-orang yang membutuhkan produk berkualitas, sekaligus mengetahui pada ketinggian berapa Anda membutuhkan geogrid? Jangan asal pilih, pastikan mempercayakan kepada PT Urban Plastic Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geogrid merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 9151 338 (Anna) atau: Email: info@urbanplastic.id