Geotextile non woven atau sering disebut karpet geotextile non woven memiliki karakteristik tingkat fleksibilitasnya tinggi, kekuatan pemisahan atau separator yang bagus antara material satu dengan lainnya, serta filtrasi yang sangat baik.
Artikel ini akan menjelaskan cara membuat kolam ikan dengan geotextile non woven landscape lengkap dengan spesifikasinya, disertai kesalahan yang harus dihindari.
Sangat sesuai untuk Anda sebagai kontraktor proyek, yang berperan sebagai project manager (manajer proyek), teknisi lapangan, pekerja konstruksi, lembaga pemerintah terkait, atau Anda ingin membangun kolam ikan untuk kebutuhan pribadi.
Cara Membuat Kolam Ikan dengan Geotextile Non Woven Landscape
Langkah 1: Persiapan Lahan dan Lubang Galian
Anda harus meratakan tanah pembuatan kolam dengan membersihkan dari batu-batuan, akar pepohonan, dan sampah yang ada. Kemudian, buatlah galian kolam yang bentuknya sesuai dengan kebutuhan.
Misalnya, jika Anda ingin membuat kolam ikan skala kecil dengan panjang 2 m, lebarnya 2 m, kedalaman 1 m, maka volumenya kurang lebih 4 m³ (4.000 liter). Artinya setidaknya membutuhkan 4000 liter air.
Anda bisa menyesuaikan perhitungan sesuai bentuk kolam ikan yang akan dibuat. Skala kolam yang terbilang menengah sampai besar umumnya memiliki volume 10 – 50 ribu liter atau diatasnya.
Dari segi bentuk kolam juga memiliki variasi lainnya seperti lingkaran atau oval, bebas atau spiral, dan kolam bertingkat (multi level). Dimensi dan bentuk kolam ikan yang berbeda, akan berbeda pula penerapan geotextile nya.
Langkah 2: Pengukuran dan Pencocokan Geotextile Non Woven dan Geomembrane dengan Dimensi Kolam
Bentuk galian kolam ikan dan dimensi yang sudah dibuat sebelumnya kemudian dicocokkan dengan kain geotextile lapisan bawah dan geomembrane di lapisan atas.
Caranya yaitu menghamparkan lembarannya dan ukur kesesuaian dengan dimensi dan bentuk kolam. Perbedaan bentuk dan dimensi, membuat perlakukan pemasangannya juga berbeda. Seperti overlap atau tumpang tindih minimal dibuat dengan ukuran 30–50 cm.
Langkah 3: Meletakkan Geotextile Non Woven Landscape Lapisan Bawah
Pemasangan bagian bawah menciptakan separator antara lapisan base course (tanah dasar) dengan lapisan diatasnya yaitu pasir atau pasir batu. Ketinggian pasir setidaknya 20-50 mm dan pastikan sebelum pemberian pasir, geotextile tidak terlipat.
Langkah 4: Rentangkan dan Gelar Geomembrane, Dibawah Geotextile Non Woven Landscape Lapisan Atas Kolam
Setelah melakukan pemasangan geomembrane dan dilapisi geotextile di atasnya, tambahkan batu kerikil, pasir batu dan sejenisnya. Peletakan geotextile di atas lapisan geomembran berfungsi sebagai perlindungan dari tusukan yang mengakibatkan geomembrane bocor.
Langkah 5: Pasang Batu-batu untuk Hiasan Kolam Agar Lebih Indah
Peletakan batu sebagai hiasan disesuaikan dengan selera Anda. Apakah batu tersebut dijadikan hanya hiasan agar lebih indah, atau dijadikan sebagai fungsi lain seperti penopang untuk pot tanaman, penyangga selang irigasi, drainase kolam, dan sebagainya.
Langkah 6: Isi Air Kolam yang Sudah Dipasang Filter Air
Pengisian air menyesuaikan dengan bentuk dan volume air yang telah anda kalkulasikan sebelumnya.
Tahap selanjutnya, pastikan Anda selalu mengecek dan melakukan monitoring di jangka waktu tertentu.
Hal ini dilakukan untuk mengecek kondisi air, potensi kebocoran, dan sebagainya. Karpet geotextile non woven bisa tahan dalam jangka waktu setidaknya 10-15 tahun jika treatment pemasangannya dilakukan dengan benar.
Kesalahan Umum Pemasangan Geotextile Non Woven Landscape Saat Membuat Kolam Ikan
Permukaan Tanah Dasar Tidak Diratakan dengan Benar
Permukaan tanah dasar yang tidak diratakan bisa membuat pemasangan geotextile tidak lancar. Bebatuan, akar pepohonan dan tanaman, dan tanah yang yang tidak rata bisa merusak karpet geotextile non woven dan menyebabkan kebocoran.
Untuk itu perlu dipastikan permukaan tanah digali rata dan dihaluskan menggunakan mesin khusus misalnya compactor atau roller, dibersihkan dari benda tajam, dan diberi lapisan pasir halus sebelum pemasangan.
Pemilihan Spesifikasi Geotextile Non Woven Landscape Tidak Dilakukan Secara Cermat
Pemilihan spesifikasi teknis harus selalu diperhatikan. Karena jika tidak, bisa berakibat pada kesalahan pengambilan keputusan yang memboroskan anggaran.
Misalnya, menggunakan karpet geotextile non woven dengan gramasi atau ketebalan terlalu rendah berpotensi mudah sobek atau tidak tahan lama terhadap beban air jika proyek kolam ikan Anda skala menengah hingga besar.
Spesifikasi yang masuk kategori ini memiliki panjang 4-8 m, lebar 2-5 m, tinggi atau kedalaman 1-1,5 m, dan dan volume = panjang x lebar x tinggi = 10 – 50 m³ (10.000 – 50.000 liter) atau diatasnya.
Jika Anda sedang membuat kolam ikan dengan kapasitas ini, disarankan untuk memilih geotextile non woven dengan gramasi dari 250–300 gsm.
Namun, jika anda sedang membangun dengan ukuran kecil, seperti panjang kolam 1,5 – 4 m, lebarnya 1 – 3 m, kedalaman 0,5 – 1 m, volumenya kurang lebih 1 – 10 m³ (1.000 – 10.000 liter), dan hanya untuk hobi, gramasi 150 gsm sudah terbilang cukup.
Tidak Ada Lapisan Pelindung di atas Geotextile, Seperti Geomembrane
Geotextile yang langsung terkena sinar matahari, gesekan, atau tekanan batu, bisa membuatnya cepat rusak. Jadi Anda perlu menggunakan lapisan geomembrane HDPE atau pasir kerikil setinggi 30-50 cm di atas geotextile untuk perlindungan.
Pemasangan Geotextile Non Woven Landscape Tidak Dilakukan dengan Benar
Saat menghamparkannya adanya lipatan atau kerutan, baik dilakukan sengaja atau secara tidak sengaja. Urban Plastic menjelaskan, jika lipatan dan kerutan ini bisa menyebabkan menyebabkan distribusi beban dan tekanan yang tidak merata dan mempercepat kerusakan.
Selain itu juga, tidak memperhitungkan sambungan dan overlap. Sambungan geotextile terlalu mepet, kurang dari 30 cm tanpa perekat pendukung, sehingga air merembes.
Maka perlu membuat overlap setidaknya 30–50 cm dan memperkuat sambungan dengan heat welding atau lem khusus geotextile.
Mengabaikan Perawatan dan Pengecekan Lanjutan
Geotextile non woven yang dipasang harus selalu diperiksa secara cermat. Jika dibiarkan tanpa pengecekan secara berkala, dapat mengakibatkan kerusakan kecil yang tidak terdeteksi sampai terjadi kebocoran besar.
Jadi Anda harus sesering mungkin dan mengecek secara cermat, terutama setelah hujan turun.
Pastikan anda melakukan pemasangan pada kolam secara runtut dan cermat. Sebisa mungkin untuk menghindari kesalahan sekecil mungkin.
Kesalahan-kesalahan yang dilakukan bisa diminimalisir dengan perencanaan yang tepat dan eksekusi yang rapi. Perencanaan dimulai sejak Anda menentukan spesifikasi teknis geotextile yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek.
Pabrik geotextile di Indonesia seperti Urban Plastic, menyediakan material geotextile non woven untuk menjawab permasalahan Anda.
Anda bisa mengecek spesifikasi teknis, ukuran ketebalan (gramasi), keunggulan, hingga sudah memenuhi standar kualitas internasional dan nasional apa saja.
Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Non Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id