Berencana membuat kolam ikan tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Maka Anda datang ke dalam artikel yang tepat! Meski pembangunannya sekilas nampak mudah, namun banyak kasus dan keluhan dimana kolam mengalami kebocoran dan malah butuh biaya maintenance yang tinggi! Tapi kini Anda tak perlu khawatir, sebab penggunaan teknik layering geotextile non woven sebagai lapisan dasar dan atas, serta geomembrane membuatnya jadi desain yang sangat ideal untuk kolam ikan karena mampu menahan tekanan tanah serta air di dalamnya.
Kenapa Geotextile Non Woven Wajib Digunakan untuk Pembuatan Kolam Ikan?
Kunci dari kolam ikan yang anti bocor dan tahan lama adalah penggunaan material yang tepat, khususnya geotextile non-woven. Saking pentingnya, material ini disarankan untuk digunakan dua lapis, yakni pada bagian atas, sebelum batu hias dan bawah setelah tanah galian. Tentu hal ini tidak terlepas dari materialnya yang dibuat dengan teknik needle punch (penusukan jarum) dari serat polipropilena atau polyester, sehingga lebih tahan sobek dan korosi, ringan, mudah dipasang, serta memungkinkan air meresap dalam jumlah tertentu, tapi tetap menahan partikel tanah (permeabel).
Tahapan Cara Pembuatan Kolam Ikan yang Tahan Lama
Perlu diketahui jika ingin membuat kolam ikan yang ideal dan tahan lama, maka setidaknya Anda butuh untuk membuat setidaknya empat lapisan. Dimulai dari lapisan geotextile non-woven yang dipasang langsung di atas galian tanah, dilanjutkan dengan geomembrane sebagai penahan air, kemudian dilapisi kembali dengan geotextile untuk perlindungan tambahan, dan terakhir ditutup dengan batu hias di bagian atas sebagai estetika.
Oleh karena itulah, ada beberapa tahapan cara khusus yang harus Anda perhatikan, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
1. Persiapan dan Penggalian Tanah
Setelah Anda menentukan area lahan yang hendak dijadikan kolam, maka mulai tandai area sesuai desain menggunakan patok dan tali. Setelah itu gali tahan hingga kedalaman yang diinginkan, umumnya 0,5-1 m untuk kolam hias. Kedalaman kolam yang ideal umumnya berkisar antara 50 hingga 150 cm saja.
Namun, karena perlu menambahkan beberapa lapisan dasar, sebaiknya sediakan kedalaman ekstra sebagai ruang cadangan untuk pemasangan lapisan tersebut. Buat kemiringan dinding kolam sekitar 30–45° pada bagian sekelilingnya agar tanah tidak mudah longsor. Jangan lupa untuk meratakan dasar kolam dan membersihkan tanah galian dari batu, akar, atau benda tajam. Apabila tanah gembur, maka bisa dipadatkan menggunakan stamper/manual compactor. Kemudian, bentuk area saluran pembuangan di titik terendah (central drain) untuk memudahkan pengurasan air.
2. Pemasangan Geotextile Non Woven Sebagai Lapisan Utama
Setelah galian tanah sudah selesai dibuat sesuai desain, segera lapisi atasnya menggunakan geotextile non woven dengan gramasi minimal 200–300 gsm untuk ketahanan yang lebih optimal. Tujuan utama dari pemasangan material ini adalah melindungi liner kolam dari tusukan dan gesekan tanah serta batu hasil galian, sehingga air tidak rembes dan menggenang di lapisan-lapisan bawahnya.
Potong geotextile non-woven dengan tambahan 30–50 cm di sisi atas, pasang mulai dari dasar kolam, lanjutkan ke dinding, hingga ke tepi. Overlap antar lembar minimal 20–30 cm dan ikat dengan staples tanah atau lem khusus geotextile. Pastikan tidak ada lipatan besar yang bisa mengganggu pemasangan geomembrane (liner) di atasnya.
3. Pemasangan Geomembrane sebagai Liner
Setiap kolam wajib memasang liner sebagai pembatas dengan tanah, supaya air yang diisi kedalam kolam dapat tertampung dengan baik, dan bukannya merembes ke dalam tanah sehingga mengakibatkan genangan yang tak diharapkan.
Anda bisa memasang liner menggunakan geomembrane dengan tebal minimal 0,5 mm untuk kolam hias yang sudah terjamin rapat dan tahan air. Rentangkan liner tersebut di atas geotextile, mulai dari tengah dasar lalu ke dinding. Jangan lupa, berikan sedikit kelonggaran untuk mengantisipasi pergerakan tanah atau tekanan air. Lalu, gunakan batang penjepit atau batu datar di tepi untuk menahan liner sementara.
4. Pasang Geotextile Non-Woven Kedua
Setelah liner selesai dipasang dan sistem pemasangan saluran serta pipa telah diselesaikan dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah pemasangan bottom drain di titik terendah untuk memudahkan pengurasan. Lalu, Anda bisa memaksimalkan perlindungan dengan memasang geotextile non-woven di atas geomembrane yang telah ada. Tujuannya untuk melindungi liner dari atas, termasuk mencegah goresan dari batu hias dan kerikil yang diletakkan di atasnya, juga menahan gesekan kaki orang saat melakukan perawatan kolam. Pasalnya, batu besar punya titik tekan yang kuat, sehingga bisa merobek liner jika ditempelkan secara langsung dan aplikasi geotextile non-woven dalam pembuatan kolam ikan ini mampu mendistribusikan beban secara merata.
Tahapan ini juga krusial untuk membantu liner menjadi lebih awet, karena geomembrane di bawahnya tidak langsung terkena sinar UV atau gesekan terus-menerus dari elemen dekorasi. Perlindungan ini tentu akan menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis, karena mengurangi kebutuhan penggantian maupun perawatan dalam jangka panjang.
5. Pemasangan Batu Hias
Terakhir, Anda harus memasang batu hias di atasnya untuk memberikan nilai estetika pada kolam, sekaligus menahan posisi geotextile agar tidak bergeser, juga menyembunyikan lapisan teknis seperti liner dan geomembrane di bawahnya. Pastikan untuk menggunakan batu alam yang permukaannya halus dan tidak tajam seperti batu kali, andesit, atau kerikil sungai. Hindari juga batu berujung runcing yang bisa menekan dan merobek lapisan di bawahnya.
Demikianlah cara pembuatan kolam ikan anti bocor dengan geotextile non-woven. Namun, untuk bisa mendapatkan hasil yang diinginkan, pastikan hanya menggunakan material dari pabrik yang terpercaya dan berpengalaman seperti Urban Plastic ya!
Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Non Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id.