Di balik luasnya bentang alam di Kalimantan, serta potensi ekonominya yang besar. Wilayah ini menyimpan tantangan kondisi alam yang cukup membuat pembangun infrastruktur harus pintar putar otak. Terutama bagi yang sedang menggarap proyek di lereng rawan longsor dan erosi. 

Karakteristik tanah daerah tersebut umumnya ialah gambut, sehingga punya daya dukung yang rendah, apalagi jika curah hujan sedang tinggi. Sementara solusi penimbunan tanah dan penggunaan dinding penahan beton kurang efisien untuk jangka waktu lama. Di sisi lain, jika ditimbang dari segi waktu dan biayanya tergolong besar. Itu pun belum tentu bisa menyesuaikan diri dengan kontur dan kondisi alam Kalimantan yang tidak bisa ditebak. 

Di sinilah peran geotextile woven jadi penting, sebagai material alternatif, teknologi ini telah terbukti mampu memperkuat struktur lereng yang tidak stabil. Bahannya bisa meningkatkan daya dukung tanah, bahkan proses pemasangan yang mudah dan cepat akan menekan biaya pengeluaran. Ditambah lagi bahan ini sangat aman dan tidak merusak lingkungan alam sekitar.

Lereng Kalimantan Penuh Tantangan Alam

Topografi di Kalimantan cukup beragam, ada bagian dataran rendah dengan tanah gambut, juga ada lereng terjal di daerah pegunungannya. Di beberapa wilayahnya, kontur lerengnya sangatlah curam, selain itu biasanya curah hujan tahunan daerah tersebut tergolong tinggi, sehingga menyebabkan stabilitas tanah menurun. Inilah tantangan utama yang terjadi di setiap proyek pembangunan. 

Tanah gambut dan tanah lempung ialah jenis yang paling banyak ditemukan di wilayah ini. Kedua jenis tanah tersebut cenderung memiliki kepadatan rendah dan porositas tinggi. Artinya, tanahnya sangat mudah menyerap air sampai kehilangan kekuatan ketika sudah basah. Hasilnya sangat rentan mengalami pergerakan tanah. Air hujan yang melimpah ditambah adanya gravitasi, bikin banyak lereng jadi rawan longsor, erosi, dan bergeser secara perlahan atau disebut sebagai creeping. 

Menghadapi masalah ini memerlukan solusi khusus, tidak bisa cukup hanya menimbun tanah dan sekadar memasang saluran air. Mungkin sebenarnya bisa saja, tetapi hasilnya hanya maksimal untuk beberapa saat dan tidak bertahan lama. Teknologi modern memastikan bisa menghadapi kondisi ekstrem tersebut. 

Menggunakan geotextile woven sebagai alternatif paling maksimal dalam memperkuat lereng. Serta dapat menstabilkan seluruh struktur tanah dari dalam, tidak hanya dari luar saja. 

Tips instalasi geotextile non woven pada proyek beton

Keunggulan Geotextile Woven untuk Perkuatan Lereng

Material jenis ini umumnya berpori dan dirajut dari serat sintetis yang kuat. Serat yang digunakan biasanya polypropylene atau polyester dengan kekuatan tarik yang tinggi. Dalam konteks perkuatan lereng, Geotextile Woven bekerja sebagai penahan pergerakan lateral. Daya dukung tanah jadi makin meningkat dan antar lapisan tanah jadi punya pengikat, sehingga mengurangi terjadinya longsor yang signifikan. 

Yuk, ketahui keunggulan geotextile woven dibanding metode konvensional. Berikut ini daftarnya:

  • Segi efisiensi biaya dan waktu. Dibandingkan membangun dinding beton bertingkat atau menimbun ulang lereng dengan tanah yang super banyak, penggunaan geotextile woven bisa mempercepat pekerjaan dan menghemat biaya logistik serta tenaga kerja.
  • Kekuatan struktural jangka panjang. Geotextile woven dapat bertahan puluhan tahun tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan, bahkan di lingkungan lembap seperti Kalimantan.
  • Mudah digunakan di medan sulit. Disebabkan oleh fleksibel dan ringan, material ini dapat dengan mudah dipasang di lereng curam, sempit, atau lokasi yang sulit dijangkau oleh alat berat.
  • Sangat cocok untuk tanah tidak stabil. Tanah dengan daya dukung rendah seperti tanah gambut tidak cocok untuk struktur beton berat. Geotextile woven justru mengoptimalkan kekuatan tanah tersebut tanpa harus mengubah struktur alamiah secara drastis.

Dibanding menggunakan metode lama yang seringkali gagal bahkan butuh pemeliharaan berkala yang mahal. Tentu, ini akan menjadi bahan pertimbangan para pengembang. Memanfaatkan geotextile woven memberikan keandalan dan efisiensi yang sangat dibutuhkan, terutama di proyek-proyek infrastruktur berskala besar maupun kecil di Kalimantan.

Solusi Konstruksi Cepat dan Ramah Lingkungan

Selain memikirkan keuntungan finansial, dampak lingkungan sekitar juga turut perlu diperhatikan. Terutama di wilayah Kalimantan telah menjadi rumah bagi banyak ekosistem tropis yang sensitif. Melakukan pembangunan yang terlalu cepat atau invasif dapat mengakibatkan kerusakan vegetasi, mencemari aliran air, dan merusak habitat alami.

Penggunaan geotextile woven menjawab tantangan ini. Berasal dari material ringan, tidak beracun, dan tidak merusak struktur tanah di sekitarnya. Bahkan, proses pemasangannya juga tidak membutuhkan penggalian besar-besaran atau penggunaan alat berat yang bisa mengganggu area hutan dan vegetasi lokal.

Dengan desain yang permeabel, geotextile woven tetap memungkinkan air bisa meresap ke dalam tanah sehingga tidak mengganggu siklus hidrologi lingkungan setempat. Hal ini sangat penting dalam mencegah akumulasi air yang bisa menyebabkan banjir atau tanah longsor.

Selain itu, karena pemasangannya cepat dan bersih, gangguan terhadap lingkungan menjadi jauh lebih minimal dibanding metode konvensional. Ini membuat geotextile woven menjadi pilihan paling direkomendasikan dalam proyek pembangunan yang berkomitmen pada keberlanjutan.

Kombinasi Kuat dengan Geotextile Non-Woven Urban Plastic

Untuk hasil terbaik, sebaiknya mengkombinasikan geotextile woven  dengan geotextile non-woven yang memiliki fungsi berbeda tetapi saling melengkapi. Urban Plastic menghadirkan geotextile non-woven berbahan PET berkualitas tinggi yang dilengkapi lapisan UV alami. Bahan premium ini membuatnya sangat cocok untuk proyek jangka panjang.

Beberapa keunggulan geotextile non-woven Urban Plastic, di antaranya:

  • Tahan hingga 36 tahun di kondisi terbuka berkat perlindungan UV alami.
  • Daya tahan hingga 200 tahun saat tertanam dalam tanah sebagai pelapis atau separator.
  • Mampu menyaring air sambil tetap menjaga stabilitas antar lapisan tanah.
  • Mudah dipasang, fleksibel, dan ringan.

Menggabungkan geotextile woven sebagai penahan struktural dan geotextile non-woven sebagai lapisan separator atau filter merupakan gabungan sangat cerdas. Hasilnya akan menciptakan sistem konstruksi lereng yang kokoh, secara umur penggunaannya dapat bertahan lama, dan andal.  

Saatnya Meninggalkan Cara Lama, Pilih Solusi Modern

Jika selama ini proyek-proyek di Kalimantan masih bergantung pada metode lama untuk menstabilkan lereng. Mulai dari penumpukan batu, bronjong, atau menggunakan dinding penahan beton, maka sekarang, saatnya beralih ke teknologi geotextile woven dan non-woven yang lebih efisien. Pilihan ini sangatlah cerdas dan ramah lingkungan.

Material ini akan menghemat biaya dan waktu, juga memastikan keselamatan dan keberlanjutan proyek di masa depan. Jangan sampai proyek Anda jadi korban dari kondisi alam yang ekstrem. Meskipun, pada dasarnya kondisi alam tidak selalu bisa diprediksi. Namun membangun fondasi dengan benar serta menggunakan pendekatan modern akan meminimalisir terjadinya kerugian finansial. Cara ini terbukti berhasil dilakukan oleh beberapa pengembang yang sudah mencobanya.

Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938 (Panni) atau: Email: info@urbanplastic.id