Sejak tahun 2024 silam, Bandara Hang Nadim, Batam resmi memulai proyek pembangunan untuk Terminal dua dengan menggandeng salah satu perusahaan milik negara, PT Wijaya Karya.
Proyek ini nantinya akan menjadi gerbang masuk para penumpang baik dari penerbangan nasional maupun internasional.
Apalagi bandara ini menjadi salah satu pemilik landasan pacu terpanjang di Indonesia, yakni mencapai 4.025 meter, tentu proyek tersebut menjadi sangat penting untuk berlangsung infrastruktur negara.
Seiring meningkatnya rencana pengembangan kawasan aerocity, struktur tanah tentu
menjadi poin utama di area sekitar bandara, sehingga perlu diperkuat untuk mendukung beban yang semakin besar, salah satunya dengan aplikasi Geotextile Woven.
Kondisi Struktur Tanah di Bandara Hang Nadim
Bandara Hang Nadim terletak di posisi Batam dengan kondisi dan karakteristik tanah yang cukup khas, yaitu berjenis lempung lunak dengan daya dukung rendah dan kadar air tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan area bandara memiliki potensi tinggi untuk mengalami penurunan (settlement), terutama bila diberikan beban besar terus menerus. Bukan hanya itu saja, jenis tanah ini juga mudah jenuh ketika musim hujan, sehingga mudah menimbulkan genangan.
Jika tidak dilakukan perkuatan, tanah dengan kondisi tersebut dapat menyebabkan retakan pada perkerasan landasan pacu, penurunan tanah tidak merata antar bagian yang berdekatan (diferensial), hingga terganggunya operasional bandara.
Itulah mengapa, setiap proyek pembangunan di Bandara Hang Nadim harus dilengkapi dengan penguatan struktur tanah, yakni dengan material Geotextile Woven.
Bagaimana Geotextile Woven dapat Bekerja untuk Penguatan Struktur Tanah di Bandara Hang Nadim?
Secara umum, geotextile woven adalah material sintetis berupa lembaran yang diproduksi dengan teknik tenun (woven) menggunakan benang polipropilena (PP) atau polyester (PET). Berbeda dengan geotextile non-woven yang menyerupai kain felt, geotextile woven memiliki struktur yang lebih rapat, kuat, dan tahan lama.
Itulah mengapa, material ini memiliki karakteristik khusus yang dibutuhkan untuk penguatan (reinforcement) struktur tanah di Bandara Hang Nadim, mulai dari kekuatan tarik tinggi, durabilitas air, fleksibel, dan memungkinkan aliran air dalam jumlah terbatas.
Dengan sifat-sifat tersebut, Geotextile Woven dapat bekerja dengan beberapa cara, diantaranya adalah:
1. Perkuatan Tanah Dasar (Soil Reinforcement)
Geotextile Woven nantinya dapat diaplikasikan pada area di antara tanah dasar dan lapisan agregat untuk menambah kekuatan struktur tanah.
Apalagi, materialnya sangat kuat, sehingga mampu menahan beban horizontal maupun vertikal pada tanah. Dengan cara ini, geotextile membantu menahan beban berat pesawat yang mendarat maupun lepas landas, meski dalam intensitas yang tinggi.
2. Distribusi Beban Merata
Kekuatan tarik geotextile woven membuat beban roda pesawat dapat tersebar ke area tanah yang lebih luas, bukan langsung menekan tanah lunak di bawahnya.
Saat pesawat mendarat atau melaju, roda memberi beban besar pada area landasan pacu; tanpa penguatan struktur, maka tekanan yang tinggi akan membuat tanah cepat mengalami penurunan atau bahkan gagal dukung.
Pada kondisi ini Geotextile Woven akan bekerja dengan cara menahan gaya tarik dari tanah di sekitarnya. Jadi, beban akan ditahan dan disalurkan merata, sehingga tekanan per titik lebih kecil dan risiko penurunan lokal maupun retakan pada landasan pacu dapat berkurang signifikan.
3. Pemisahan (Separation)
Pada konstruksi landasan pacu seperti di Hang Nadim, umumnya lapisan agregat akan ditambahkan di atas tanah dasar lemah untuk meningkatkan daya dukung.
Tanpa lapisan pemisah, agregat dapat “tenggelam” ke dalam tanah lempung sehingga daya dukung menurun dan perkerasan mudah bergelombang, retak, bahkan amblas.
Namun, kehadiran geotextile woven dapat berfungsi sebagai separator yang mencegah bercampurnya agregat dengan tanah dasar, menjaga agregat tetap stabil di posisinya, serta mencegah tanah dasar naik ke lapisan agregat akibat beban di atas.
4. Filtrasi yang Terbatas
Geotextile woven memiliki pori-pori yang relatif kecil. Struktur ini memang tidak seporos geotextile non-woven, tetapi tetap memungkinkan aliran air dalam jumlah terbatas melewati lapisan.
Fungsi ini penting agar air dari tanah dasar bisa merembes keluar, sehingga tekanan air pori (pore water pressure) tidak menumpuk di bawah.
Jika tekanan air pori terlalu tinggi, tanah lunak akan kehilangan kekuatannya dan mudah mengalami penurunan atau geser.
Dengan adanya geotextile woven, air masih bisa keluar secara terkendali, sementara butiran tanah tetap tertahan agar tidak ikut terbawa aliran. Hasilnya, struktur tanah tetap stabil dan daya dukung perkerasan lebih terjaga.
Urban Plastik Sebagai Penyedia Geotextile Woven Terpercaya
Penerapan Geotextile Woven untuk Bandara Hang Nadim ini sudah diterapkan juga pada beberapa proyek bandara internasional di Asia, seperti Changi Airport, Singapura untuk stabilisasi tanah lunak di area ekspansi dan juga Soekarno-Hatta, Jakarta di area perluasan apron.
Penerapan di Bandara Hang Nadim sejalan dengan tren internasional ini, terutama karena kondisi tanah Batam yang rentan mengalami penurunan.
Namun, selain dari materialnya, penting untuk memilih produsen yang berpengalaman dan terpercaya untuk mendukung kesuksesan proyek infrastruktur tersebut, serta Geotextile yang digunakan dapat lebih awet untuk jangka waktu lama.
Salah satu produsen geotextile woven yang sudah berpengalaman dalam menangani berbagai proyek infrastruktur besar adalah Urban Plastik.
Dengan deretan pengalaman dan portofolio proyek besar, Urban Plastik telah menjadi mitra terpercaya dalam penyediaan geotextile woven untuk berbagai infrastruktur di Indonesia.
Produk yang dihasilkan juga selalu memenuhi standar internasional dan terbukti tahan lama pada kondisi tanah yang menantang, termasuk tanah lempung lunak seperti di area Bandara Hang Nadim sekalipun.
Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai. Geotextile Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938 (Panni) atau: Email: info@urbanplastic.id